'Cause I Care

Ya sampai sekarang aku masih merasakan bahwa kamu masih menyimpan sesuatu yang selalu membuat aku bertanya-tanya, entah apa itu. Aku pun masih mencarinya, berusaha untuk tak gusar, tak cemas, dan tak gelisah. Aku tau, kamu sudah bosan dengan segala drama ini, tapi itu kamu, bukan aku.

Dari mana kamu dapat mengerti kalau kamu tidak memahami ? Dari mana kamu dpat memahami kalau kamu selalu menolak penjelasan ? Mungkin ego, bohong kalau kamu tak mengakui kalau kamu ber-ego. Semuanya juga ingin menjadi yang superior, menjadi yang mengendalikan, menjadi yang kuasa, namun apalah arti itu semua jika itu hanya terpaksa belaka.

Ketika kamu jatuh cinta diawal, semuanya terasa indah dirasa, menggebu, memudar segalanya. Irasional menjadi rasional, buruk menjadi bagus. Bohong kalau baju ynag rupawan akan selalu rupawan ketika sudah dipakai berulang, dicuci berulang, pudar iya pasti kan pudar secara perlahan. Coba kamu scroll percakapan dari awal pertama hingga sekarang, pahami dan cermati apakah sama ? Bagaimanakah kita menjaga agar baju yang rupawan itu tetap rupawan, tetap indah dilihat ? Kamu pasti tau jawabannya.

Kamu mengutarakan keinginanmu, kehendakmu, apa yang kamu suka dan tak suka, apa yang iya dan apa yang tidak. Pernahkah kau bertanya sebaliknya ? Bukankah filosofi dasarnya hanya cukup saling mengerti dan menerima ? Tapi memang manusia, manusia memang selalu random aku sadari itu, terkadang kamu tak sadar dengan apa yang kamu perbuat dan ucap akan berdampak apa kepada orang lain, ada beberapa orang yang hanya diam dan memendam dan akan meluapkannya diakhir, ada pula yang langsung bertindak saat itu,


Aku memang tak tahu dan belum merasakan hubungan yang lama iya lama, dan ketika itu semua berakhir, tentu bekas itu ada dan lekat. Mungkin butuh waktu untuk dikatakan "Move on" akupun tak tahu pasti tolak ukur seseorang sudah move on atau belum ? Yang pasti aku siap dan menerima menemanimu beranjak dan perlahan merelakan, namun aku juga tak berharap kau membandingkannya, dan menjadikannya hanya sebagai batu loncatan.

Comments

Popular Posts